Selasa, 22 November 2011

RAHASIA SEORANG MILYARDER. Medan, (DONE)
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan seorang Milyarder di serambi sebuah hotel di Medan.. Beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya.Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya selalu mengajaknya ngobrol.Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan. Sampai akhirnya saya bertanya secara asal,

"Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain.
Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA



"Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu...!!!".

Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat.sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan). Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik. Pesan Nabi : "Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu. Berkat Tuhan tergantung pada Ridho kedua Orang Tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."


RAHASIA KEDUA

"Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah".

Tuhan berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Tuhan mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain. Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan. Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri. Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.




RAHASIA KETIGA


"Tuhan berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka,"

begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya.
"Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi?
Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya." .
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau. "Ya, bagaimana caranya?" jawab saya.
Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Tuhan akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong orang.
Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras.
"Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu.
Maka tentu balasannya adalah Tuhan akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan.
Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja.
Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri, saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau.
"Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar.
Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan.

Soal itu nanti, serahkan padaTuhan.Tuhan yang menghakimi perbuatannya, dan Tuhan yang membalas niat dan pemberian Anda.


RAHASIA KEEMPAT


 ;"Jangan mempermainkan wanita".

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang.
Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda.
Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.""Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan).
Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda.
Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda.
Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.
"Banyak orang yang lupa hal itu.
Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela.
Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini.
orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. (XALL)

Sabtu, 19 November 2011
















DPP GEGANA MENGADAKAN SOSIALISASI HIV/AIDS DAN NARKOBA DI SEKOLAH.DI MEDAN.



Medan (DONE)

Penderita HIV/AIDS terbanyak di Medan adalah Wiraswasta menyusul Narapidana, hal ini sesuai dengan data tahun 2006 - 2007.
Data yg mengejutkan ini dipaparkan oleh dr.Nur Fadliana - Dokter Puskesmas di Menteng - di saat Acara Sosialisasi “Seminar Sehari Pola Hidup yang Menyimpang dan Bahaya HIV/AIDS" di Perguruan Gajah Mada jalan Menteng VII Medan, yg diadakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Gangguan Nasional ( GEGANA SU) Kamis (!7/11).
dr.Erna Sari menambahan di Tahun 2006 ditemui Penderita HIV di kota Medan berjumlah 230 kasus dan AIDS 111 kasus, total penderita HIV/AIDS adalah 341 kasus.
Ia menerangkan juga cara-cara penularannya melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian atau menggunakan jarum bekas,dari ibu ke anak melalui kelahiran, dari ibu ke anak melalui air susu ibu, dan hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom, juga ada yg melalui transfusi darah meskipun kecil kemungkinannya.

"Bila mau menikmati seks harus dengan cara menikah" tegas dr.Nur Fadliana menekankan kepada Anak SMU yg berjumlah ratusan orang itu, yg disambut siswa dengan suara riuh.
Secara fisik manusia yg terserang HIV akan terlihat sehat dan tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi dan test HIV adalah satu-satunya untuk memastikan telah terkena AIDS.
"AIDS ini seperti fenomena gunung es, bila ada 1 yg terkena kemungkinan yg tdk terdeteksi ada 100 orang, jadi bila ada 230 kasus berarti yg tdk terdeteksi 23.000 orang" tambah dr.Nur Fadliana.

Pada Stadium 1 atau yg disebut 'window Period'atau 1 - 6 bulan belum menunjukkan gejala,tapi pada stadium 2 ditandai dengan turunnya berat badan berkisar 10 persen, infeksi jamur di kulit,infeksi saluran napas yg berulang, dermatitis, herpes zoster, tapi aktivitas masih normal, ini bisa berlangsung 5-10 tahun dan pada stadium 3, penurunan berat badan lebih besar dari 10 persen diikuti dengan sakit diare yg kronis lebih dari 1 bulan, jamuran di mulut, TB Paru, infeksi bakterial akut dan mulai susah untuk beraktifitas, dan pada stadium 4 semua aktifitasnya hanya bisa dilakukan di tempat tidur dan sudah mulai masuk stadium AIDS. "2 dari 3 gejala utama telah terkena AIDS yaitu, demam berkepanjanganlebih dari 3 bulan,diare kronis lebih dari 1 bulan secara terus menerus, dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam 3 bulan karna virus sudah aktif menyerang daya tahan tubuh, dan bila sampai di tahap ini, tinggal menghitung hari saja" tambahnya.

Meskipun demikian saat ini sudah ada obat untuk mengatasi serangan virus ini yaitu ARV atau Anti Retrovial yg dikonsumsi disaat masih HIV.

Dr. Juminar H. Naibaho, pembicara lainnya menerangkan defenisi NAPZA atau Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif lainnya, narkotika seperti ganja, heroin, dan sabu-sabu
“Bila siswa ingin mengetahui bagaimana akibat Narkoba itu bisa mengadakan kunjugan ke Rumah Sakit Jiwa karna sekarang disana bukan hanya merawat yg sakit jiwa saja tapi juga yg kecanduan Narkoba" kata dr. Juminar.

Hal ini bisa diakibatkan karena keluarga yg kurang harmonis, dan pengaruh kawan-kawan serta lingkungan.
Cara Pencegahannya untuk Anak Remaja dengan aktip Berolah raga, Hindari Pergaulan dengan teman-teman pengguna narkoba dan BERANI mengatakan "TIDAK" terhadap bujukan menggunakan NAPZA tegasnya.

Ketua DPP GEGANA (Gerakan Gangguan Nasional) Marbun SH mengharapkan kepada siswa yg datang menghadiri Sosialisasi “Seminar Sehari Pola Hidup yang Menyimpang, Bahaya HIV/AIDS dan Narkoba seta akibatnya agar lebih fokus belajar agar cita-citanya bisa tercapai sehingga orangtua bangga melihat anaknya sukses di masa depan.
(MARX)